Selasa, 08 Juni 2010

BERMAIN DAN BELAJAR SEJARAH DARI IKON JAKARTA



Kalau ditanya apakah ikon Jakarta? Pasti jawabnya Monas. Monas itu singkatan dari Monumen Nasional.Monumen yang tingginya 132 meter ini memang mepunyai sejarah yang panjang selain bagi Jakarta juga bagi negara. Karena di tempat ini dulunya Presiden I, Bung Karno sering berpidato. Walaupun tinggi, namun beberapa ruangan di Monumen Nasional ini banyak bercerita tentang perjalanan bangsa Indonesia.Monumen ini terdiri dari 4 bagian pokok. Yang pertama adalah di bagian bawah Monas yang mrupakan sebuah ruangan yang luas yang dikenal Museum Nasional. Di tempat ini, menampilkan sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. Luas musium sekitar 80 X 80 meter ini pada keempat sisinya bercerita tentang perjuangan sejarah Indonesia mulai dari jaman kerajaan hingga G30 S PKI.Kemudian pada pelataran
bawah yang luasnya 45x45 m. pengunjung dapat melihat dam merasakan Taman Monas seperti hutan kota yang indah.Kemudian pada bagian yang ketiga adalah pelataran puncak luasnya 11x11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu.Sedangkan yang paling puncak adalah Lidah Api.Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.

Kawanan Rusa dari Bogor

Di taman yang berada di kawasan Monumen Nasional ini selain penuh dengan tumbuhan hijau, juga ada kawanan rusa yang khusus didatangkan dari istana Bogor. karena bintang ini termasuk bintang langka, maka keberadaan rusa ini sangat diperhatikan .Selain itu ditempat ini, dapat digunakan selain berjalan-jalan juga berolahraga mulai dari lari pagi, jalan kaki, sepakbola hingga futsal.Jika udara cerah, tempat ini juga merupakan tempat foto yang menarik.Untuk mengunjungi Monas dapat mengunakan sarana Bus Trans Jakarta, kereta api, karena memang dekat dengan setasiun Gambir.
Monas sendiri mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.
Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.Pokoknya di tempat ini kita bisa bermain sekaligus belajar sejarah tentang perkembangan bangsa Indonesia.

ADA UANG 50 MILYAR DI MUSEUM UANG DI PURBALINGGA




Biasanya kita melihat uang kertas paling tinggi hanya Rp 100 ribu, namun di Museum Uang di Kota Purbalingga, Jawa Tengah, kita akan menemukan uang lembaran senilai 50 milyar.Uang ini memang uang sungguhan, namun sudah tak berlaku lagi, dan uang itu merupakan sumbangan dari Bank Jugoslavia. Di Museum ini terdapat sekitar 180-an mata uang dari pelbagai negara. Selain itu juga mata uang jaman kerajaan hingga perjalanan bangsa Indonesia.Diantaranya koleksi jaman kerajaan, tersimpan pula mata uang di jaman kerajaan Majapahit, Banten, Bali, uang jaman Kerajaan Hindu Budha dan mata uang yang beredar di sebuah perkebunan yang kemudian disebut Uang Perkebunan.Sedangkan untuk koleksi mata uang di jaman perdagangan internasional tersimpan mata uang masa perdagangan China (850 – 1.900), dan perdagangan dengan VOC (1602 – 1799). Kemudian jaman Pemerintahan Hindia Belanda (1800 – 1945), pendudukan Perancis (1806 – 1811), pendudukan Inggris (1811 – 1816), jaman pendudukan Jepang (1942 – 1945). Koleksi berikutnya yang ditata secara berurutan juga tersimpan mata uang semasa pemerintahan Soekarno (1945 – 1967), Soeharto (1967 – 1998), BJ Habibie (1998 – 1999), Abdurachman Wahid (1999 – 2001), Megawati Soekarnoputri (2001 – 2004), dan Susilo Bambang Yudhoyono (2004 – 2009).Selain koleksi uang ditempat ini juga ada koleksi bendera, perangkoa, alat komunikasi hingga buku-buku yang kesemuanya bercerita tentang perjalanan bangsa.

Gagasan Bupati.
Museum Uang Purbalingga yang berada di kawasan plokasi wisata Reptile Funpark Purbalingga, jawa tengah ini idenya berasal dari Triyono Budi Sasongko yang kini menjadi Bupati Purbalingga untuk periode tahun 2005- 2010.Triyono mengaku mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia untuk mendirikan sebuah museum ini. Sejumlah pejabat Bank Indonesia baik dari pusat, maupun dari Purwokerto serta dari Jawa Barat, secara bertahap mengunjunginya sebelum museum resmi dibuka pada 18 Desember 2008.Begitu lengkapnya, koleksi mata uang dari pelbagai negara, Museum Uang Purbalinbga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia. Jadi kalau datang ke Purbalingga, bisa mampir ke tempat ini

Museum Uang Purbalingga
Jl. Raya Buper Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah
Telpon : 0281, 7664758