Jumat, 28 Mei 2010

PURWOKERTO KOTA KECIL YANG RAMAI




Dulu saya pikir Purwokerto ini koota kecil dan tak banyak kegiatan ekonomi. Namun nyatanya pikiran itu salah,Purwokerto yang juga sebagai Ibukota Kabupaten Banyumas ini mulai terlihat geliar perkonomiannya. Menurut data yang saya terima kini Purwokerto mempunyai beberapa mall atau pusat perbelanjaan, kemudian ada beberapa toko-toko yang lain. Hampir sepanjang jalan Kebondalem atau sepanjang jalan Sudirman, kita akan melihat dereta supermarket.
Padahal kalau melihat sejarahnya, sebelum tahun 2000, kota ini bisa disebut kota adem ayem. Karena di kota ini suasananaya tenang, kemudian bisa menikmati istirahat. Bahkan kalau malam terasa sepi. Ketika saya datang di hota ini akhir tahun 1998, meskipun hanya beberapa hari terasa sepi dan namun banyak tersedia makanan khas daerah.Sehingga saya tidak merasa kesepian, karena bisa 'jajan' di di beberapa rumah makan.
Menurut sejarah, kota ini memang bukan kota industri atau perdagangan. Namun kota ini bisa dianggap cukup penting karena selalu disinggahi jalur kereta api mulai dari pelbagai jurusan mulai dari jurusan Jakarta, Jogkarta, Solo dan Surabaya. Selain juga ada terminal sebagi transit bus darui pelbagai kota di Jawa.
Tapi kini, sejak dibangun Universitas Soedirman atau biasa dikenal dengan nama UNSOED dan beberapa perguruan tinggi lainnya, kota ini pelan-pelan mulai menggeliat baik secara keonomi amupun yang lainnya. Bahkan kota ini disebut kota jasa. karena banyak menyediakan jasa bagi mahasiswa mulai dari warung internet, laundry hingga kontarakan bagi mahasiswa.Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, Purwokertoi juga membangun beberapa tempat wisata selain mall.

Makanan daerah
Meskipun kota kecil, namun Purwokerto mempunyai keistimewaan yang lain. Diantaranya makanan khas. Sajian makanan disini sangat enak dan berbeda dengan kota-kota lain di Jawa. Bahkan kata orang, kalau sudah makan soto di Purwokerto, pengin balik lagi ke kota ini he, he, he. Selain itu juga tempe mendoannya enak sekali, apalagi makannya ditempat dan jangan dibawa pulang. Saya sendiri membeli tempo mendoan dan dibawa pulang ke rumah, eh hasilnya tidak seenak ketika makan di tempatnya. Selain makananan yang enak, masyarakatnya juga ramah-ramah.kami tetap bisa beerkomunikasi meskipun menggunakan bahasa Jawa yang berbeda.

Kota ini mempunyai moto SATRIA, yang artinya Sejahtera, Adil, Tertib, Rapi, Indah, dan Aman Motto ini diangkat dari sifat dan ciri khas masyarakatnya. Jadi Selamat datang di Purwokerto


Baca juga : www. duniajalanjalan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar